Rangkuman Materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) III BAB 1

Posted on
Rangkuman Materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan  Rangkuman Materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) III BAB 1

Thaharah menurut bahasa ialah bersih dari kotoran sedangkan menurut istilah adalah sifat hukum yang mewajibkan hilangnya hadas dan najis.

A. NAJIS DAN HADATS
1. Pengertian.

Di dalam kamus bahasa Arab-indonesia Najis berasal dari kata Najasun yang berarti kotor. Dengan kata lain ialah kotoran yang menempel pada badan pakaian dan tempat.  Adapun Hadats ialah kondisi badan secara hukum dinyatakan kotor karena sesuatu sebab seperti keluarnya sesuatu dari kubul atau dubur.
 

2. Alat-alat Bersuci dan Beristinja’.
Air yang suci,  jika tidak ada air maka dapat menggunakan benda padat seperti tiga batu, kayu, tisu, dan lain sebagainya.
3. Macam-macam Air.
a. Air mutlak.
b. Air musta’mal ( telah terpakai).
c. Air yang bercampur dengan barang yang suci.
d. Air yang bernajis.
e. Air yang suci tetapi tidak menyucikan.
f. Air yang makruh. 

4. Macam-macam Najis dan Cara Membersihkannya.
a.  Najis Mughallazah (berat), ialah seperti anjing dan babi.  benda yang terkena najis ini hendaklah di basuh 7 kali 1 kali diantaranya di basuh dengan air yang bercampur dengan tanah.
b.  Najis Mukhaffafah (ringan), misalnya kencing anak laki-laki yang belum memakan makanan lain selain air susu ibu.  kaifiat mencuci benda terkena najis ini ialah sudah memadai dengan membersihkan air pada benda itu meskipun tidak mengalir.
c.  Najis Mutawassitah  (pertengahan) ialah najis yang lain daripada kedua macam diatas najis pertengahan ini terbagi dua yaitu: Najis Hukmiah dan Najis ‘Ainiyah. 
5. Adab (cara)  Buang Air Kecil atau Besar.
1.      Sunah mendahulukan kaki kiri ketika masuk  kakus dan  mendahulukan kaki kanan tatkala keluar.
2.      Janganlah berkata-kata selama di dalam kakus.
3.      Hendaklah memakai terompah.
4.      Hendaklah jauh dari orang sehingga bau kotoran tidak sampai kepadanya.
5.      Jangan buang air besar atau kecil di air yang tenang.
6.      Jangan kencing di lubang lubang tanah.
7.      Jangan buang air kecil atau besar di tempat pemberhentian.
6. Macam-macam Hadas dan Cara Mengangkatkannya.
a.       Hadas kecil yang disebabkan kentut, buang air besar, keluar mazi dan kencing adapun cara mengangkatkan hadas ini ialah dengan berwudhu.
b.      Hadas  besar yang disebabkan bersetubuh, keluarnya mani, haid atau nifas, maka cara mengangkatkanya ialah dengan mandi wajib.
B.  WUDLU’, MANDI WAJIB DAN TAYAMUM
1.WUDLU’
Wudhlu’ bagian dari thaharah  yang dapat mengangkatkan atau menyucikan diri dari najis dan hadas kecil.
a.  Hal-hal Yang Mewajibkan Berwudlu’.
 Untuk  mendirikan sholat, Thawaf di Baitullah, dan Menyentuh Al-Qur’an (Mush-haf).
b.  Tertib Wudlu’ Menurut Rasulullah.
1.      Bacalah basmalah.
2.      Dengan mengikhlaskan niat karena Allah .
3.      Basuhlah telapak tanganmu tiga kali.
4.      Gosoklah gigimu dengan kayu arok atau sesamanya.
5.      Berkumurlah dan isaplah air dari telapak tangan sebelah dan berumurlah kerjakan tiga kali.
6.      Sempurnakanlah berkumur dan menghisap air itu jika kamu tidak berpuasa.
7.      Basuhklah mukamu tiga kali.
8.      Dengan  mengusap sudut 2 matamu.
9.      Lebih kan membasuh nya.
10.  Dengan digosok gosok.
11.  Sela-selailah jenggotmu.
12.  Basuhlah kedua tanganmu beserta dua sikumu  dengan digosok-gosok tiga kali.
13.  Sela-selailah jari-jarimu, dengan melebihkan membasuhnya kedua tanganmu mualai tangan kanan.
14.  Usaplah ubunmu dan atas sorbanmu.  Dengan menjalankan kedua telapak tangan dari ujung muka hingga tengkuk dan kembali ke permulaan.
15.  Usaplah kedua telingamu sebelah luarnya dengan ibu jari dan sebelah dalamnya dengan dua telunjukmu.
16.  Lalu basuhlah kedua kakimu beserta kedua mata kaki dengan digosok tiga kali sela-selailah jari-jari kakimu dengan melebihkan membasuhnya mulai dari yang kanan sempurnakanlah membasuh kedua kaki itu.
17.  Kemudian ucapkanlah syahada tain.
c.  Hal-hal yang Membatalkan Wudlu’.
1.      Apa saja yang keluar dari salah satu dari kedua jalan yaitu kubul dan dubur seperti, kencing dan buang air besar.
2.      Tidur nyenyak hingga tiada kesadaran lagi tanpa tetapnya pinggul di atas lantai.
3.      Hilang akal baik karena gila, pingsan, mabok atau disebabkan obat biar sedikit atau banyak.
4.      Menyentuh kemaluan tanpa ada batas.
2. Mandi Wajib. 
Mandi wajib disebut juga dengan Mandi janabah yang wajib dikerjakan oleh seseorang yang yang berhadas besar karena sebab-sebab tertentu seperti keluar mani, haid dan sebagainya.
a.  Sebab-sebab Berhadats Besar ( Mandi Wajib). 
Di dalam himpunan putusan tarjih dijelaskan bahwa sebab-sebab berhadas besar (Mandi Wajib)  ialah karena mengeluarkan mani, bertemunya kedua persunatan,  hendak menghadiri sholat jum’at,  baru lepas dari haid dan nifas, mati dan orang kafir bila masuk islam mualaf.
  b.  Tata Cara (Tertib) Mandi Wajib.
1.       Mulailah dengan membasuh mencuci kedua tanganmu dengan niat ikhlas karena Allah.
2.       Lalu basuhlah kemaluanmu dengan tangan kirimu dan gosoklah tanganmu pada tanah atau apa yang menjadi pengantinnya.
3.       Lalu berwudhulah kemudian ambillah air dan masukkanlah jari-jarimu pada pokok rambut dengan sedikit wangi wangian, sesudah dilepaskan rambutnya dan mulailah pada sisi yang kanan.
4.       Lalu tuangkan air ke atas kepalamu tiga kali ratakanlah atas badanmu semuanya serta digosok.
5.       Kemudian basulah kedua kakimu dengan mendahulukan yang kanan daripada yang kiri dan janganlah berlebih-lebihan dalam menggunakan air.
c.  Hal-hal yang terlarang bagi orang junub.
 Larangan sholat, larangan tawaf, larangan menyentuh mushaf alquran dan membawanya, larangan membaca al-quran dan larangan menetap di masjid.
3. Tayammum
a. Pengertian 
Menurut Himpunan  putusan tarjih (1967:48) ialah bersuci dengan menggunakan debu yang baik untuk menggantikan wudhu atau mandi.
b.  Syarat-syarat yang Membolehkan Tayammum. 
Adapun syarat-syarat yang membolehkan tayamum ialah karena tidak ada air, karena sakit dan karena air sangat dingin.
 c.  Tata-ta Cara Tayammum.
1.      Niat ikhlas karena Allah.
2.      Membaca Basmalah.
3.      Meletakan tangan ke tanah yang berdebu, kemudian mengusap muka dan kedua tangan hingga pergelangan.
d.  Hal-hal yang Menggugurkan Tayammum. 
Segala yang Membatalkan Wudluk, Karena Mendapat Air Sebelum Sholat dan Ketika Sedang Sholat Hujan Turun.  

Demikianlah Rangkuman Materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) III BAB 1, semoga bermanfaat.